Tuesday, November 13, 2018

TIKETQQ - Seorang fotografer tidak sengaja memotret speies paus langka yang terakhir kali terlihat setelah 20 tahun yang lalu. Paus berparuh Gerveis (Mesoplodon europaeus) merupakan salah satu jenis paus yang paling susah ditemui. Peneliti mengenal paus berparuh tersebut sebatas dari penelitian bangkainya yang terdampar di pantai.
Seorang fotografer sekaligus videografer, Patrick Dykstra, pada 27 Februari 2018 yang lalu, secara tidak sengaja merekam keluarga mamalia paus berparuh Gerveis melalui kamera drone miliknya. Pada saat itu Dykstra sebenarnya hendaka akan merekam paus sperma di pesisir barat laut Karibia.
Dalam rekamannya itu dilihat 2 ekor jantan, satu betina dan seekor bayi beroparuh Gerveis yang sedang berenang di lautan. Dykstra mengatakan, kemungkinan besar paus berparuh itu sedang mencari makan cumi-cumi bersamaan dengan paus sperma. menurut ahli penelitiansebelumnya, ada paus jenis ini yang ternyata menyukai cumi-cumi.
"Pada awalnya kami mengira sedang meilhat lumba-lumba. Karena paus berparuh Gerveis ini tentu bukan sesuatu yang Anda kira bisa lihat karena hingga sekarang hanya ada 10 penampakan langsung di dunia ini," ujar Dykstra.
Sifatnya yang pemalu membuat paus berparuh Gerveis sulit diburu kamera. Paus ini juga sering disebut Antillean atau paus pasir gurun pasir karena senang hidup di perairan hangat yang dalam di bagian tengah dan utara Samudera Atlantik.
BANDARQ - Mereka mampu berenang di lautan dalam selama kurang lebih satu jam dan hanya muncul ke permukaan dalam waktu singkat untuk mencari mangsa. Lembaga National Union for Conservation of Nature menggolongkan mamalia ini sebagai hewan yang memiliki sedikit data penelitian. Dokumentasi pertama tentang hewan ini baru terjadi pada 1840 ketika ada spesimen paus berparuh yang mengapung di Selat Inggris.
Ciri-ciri paus ini adalah dahi yang sedikit menonjol dan paruh yang sempit. Warna kulitnya agak abu-abu atau gelap dengan warna bagian bawah tubuh agak abu-abu pucat. Lalu, ada tanda bercak putih tidak beraturan di perutnya. Ciri inilah yang membedakan paus berparuh Gerveis dengan paus lainnya.
Berdasarkan informasi yang kita miliki sekarang, paus ini memiliki berat sekitar 119 kilogram dan panjang tubuh yang bisa mencapai 5 meter. Usianya diperkirakan bisa mencapai sekitar 27 tahun, meskipun beberapa penelitian menyebut bahwa hewan jenis ini bisa mencapai usia 48 tahun.
Namun demikian, Dee Allen, petugas peneliti di Marine Mammal Commission, berkata bahwa ciri utama dari mamalia tersebut adalah lokasi dua gigi putih mereka.
"Kunci sebenarnya dalam mengenali spesies ini adalah ukuran, bentuk, dan lokasi gigi di rahang bawah," katanya.
Menanggapi rekaman Dykstra, dia menambahkan, gambar udara seperti ini, baik dari pesawat berawak maupun pesawat tak berawak, bisa memberi kita perspektif baru tentang kehidupan paus ini.
Seorang fotografer sekaligus videografer, Patrick Dykstra, pada 27 Februari 2018 yang lalu, secara tidak sengaja merekam keluarga mamalia paus berparuh Gerveis melalui kamera drone miliknya. Pada saat itu Dykstra sebenarnya hendaka akan merekam paus sperma di pesisir barat laut Karibia.
Dalam rekamannya itu dilihat 2 ekor jantan, satu betina dan seekor bayi beroparuh Gerveis yang sedang berenang di lautan. Dykstra mengatakan, kemungkinan besar paus berparuh itu sedang mencari makan cumi-cumi bersamaan dengan paus sperma. menurut ahli penelitiansebelumnya, ada paus jenis ini yang ternyata menyukai cumi-cumi.
"Pada awalnya kami mengira sedang meilhat lumba-lumba. Karena paus berparuh Gerveis ini tentu bukan sesuatu yang Anda kira bisa lihat karena hingga sekarang hanya ada 10 penampakan langsung di dunia ini," ujar Dykstra.
Sifatnya yang pemalu membuat paus berparuh Gerveis sulit diburu kamera. Paus ini juga sering disebut Antillean atau paus pasir gurun pasir karena senang hidup di perairan hangat yang dalam di bagian tengah dan utara Samudera Atlantik.
BANDARQ - Mereka mampu berenang di lautan dalam selama kurang lebih satu jam dan hanya muncul ke permukaan dalam waktu singkat untuk mencari mangsa. Lembaga National Union for Conservation of Nature menggolongkan mamalia ini sebagai hewan yang memiliki sedikit data penelitian. Dokumentasi pertama tentang hewan ini baru terjadi pada 1840 ketika ada spesimen paus berparuh yang mengapung di Selat Inggris.
Ciri-ciri paus ini adalah dahi yang sedikit menonjol dan paruh yang sempit. Warna kulitnya agak abu-abu atau gelap dengan warna bagian bawah tubuh agak abu-abu pucat. Lalu, ada tanda bercak putih tidak beraturan di perutnya. Ciri inilah yang membedakan paus berparuh Gerveis dengan paus lainnya.
Berdasarkan informasi yang kita miliki sekarang, paus ini memiliki berat sekitar 119 kilogram dan panjang tubuh yang bisa mencapai 5 meter. Usianya diperkirakan bisa mencapai sekitar 27 tahun, meskipun beberapa penelitian menyebut bahwa hewan jenis ini bisa mencapai usia 48 tahun.
Namun demikian, Dee Allen, petugas peneliti di Marine Mammal Commission, berkata bahwa ciri utama dari mamalia tersebut adalah lokasi dua gigi putih mereka.
"Kunci sebenarnya dalam mengenali spesies ini adalah ukuran, bentuk, dan lokasi gigi di rahang bawah," katanya.
Menanggapi rekaman Dykstra, dia menambahkan, gambar udara seperti ini, baik dari pesawat berawak maupun pesawat tak berawak, bisa memberi kita perspektif baru tentang kehidupan paus ini.

